Obama VS McCain dalam pemilu Presiden Amerika 2008

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang digelar November 2008 semakin mengarah pada pertarungan antara Senator Barack Obama (Demokrat) dan Senator John McCain (Republik).Kemungkinan ini semakin besar setelah Obama menang dengan gemilang pada pemilu pendahuluan di Washington DC,Maryland, dan Virginia yang dikenal dengan sebutan Potomac Primaries. Dengan kemenangan ini, Obama telah mengungguli rivalnya, Senator Hillary Clinton, dalam pengumpulan jumlah delegasi yang akan menentukan nominasi calon presiden pada konvensi Partai Demokrat Agustus nanti. Hasil perhitungan sementara,Obama telah mengumpulkan 1.223 delegasi,sedangkan Hillary tertinggal dengan 1.198 delegasi.

Di kubu Republik, Senator Arizona John McCain yang kemarin juga menang telak di Washington DC, Maryland, dan Virginia semakin jauh meninggalkan lawan terdekatnya, Mike Huckabee, dalam perolehan dukungan delegasi. Karena itu McCain makin yakin akan memenangi nominasi calon presiden Republik. Setelah kekalahan di Potomac Primaries, Hillary Clinton tidak bisa berbuat banyak kecuali harus segera meninggalkan Washington menuju El Paso,Texas,mempersiapkan pemilu berikutnya 4 Maret mendatang.

Kemenangan Obama sangat mengesankan dengan merebut suara dari berbagai kalangan, mulai dari warga kulit hitam, generasi muda, kalangan menengah ke atas hingga mereka yang independen. Hasil exit poll juga menunjukkan Obama berhasil merangkul kaum perempuan dan pemilih generasi tua yang selama ini menjadi basis kekuatan Hillary. Bahkan, Obama juga merebut suara dari mayoritas kulit putih dan keturunan Amerika Latin (Hispanik) di Virginia.Angka terakhir menunjukkan Obama meraih 75% suara di Washington DC, 64% di Virginia, dan 60% di Maryland. Kemarin Obama langsung terbang ke Madison,Wisconsin mempersiapkan pemilu 19 Februari mendatang.

“Kita juga tahu bahwa saat ini mereka yang sinis tidak lagi bisa mengatakan harapan kita hanyalah khayalan belaka. Kita telah memenangi pemilihan wilayah timur, barat, utara, selatan, dan seluruh wilayah negara yang kita cintai ini,” ujar Obama yang pernah bersekolah di Jakarta ini. Hillary juga dijadwalkan akan berkampanye selama empat hari di Wisconsin. Namun Obama telah memantapkan posisinya di negara bagian ini dan banyak menghabiskan dana kampanyenya di sana.

Negara bagian Hawaii juga akan mengadakan kaukus Selasa depan dan sudah bisa dipastikan Obama akan merebut negara bagian kelahirannya ini. Hillary tidak bisa banyak berbuat kecuali memfokuskan diri pada negara bagian seperti Texas, Rhode Island, Ohio,Pennsylvania, dan Vermont yang akan melangsungkan pemilu mereka 4 Maret mendatang.

“Kita akan menyapu bersih Texas selama tiga pekan ke depan menyampaikan pesan apa yang dibutuhkan Amerika, yaitu presiden yang akan menjadi panglima tertinggi yang akan mengubah ekonomi,” ujar Hillary di El Paso,Texas,kemarin.

Sanjung McCain

Saat merayakan kemenangan di Wisconsin, Obama berharap mendapatkan lebih banyak delegasi untuk mengalahkan Hillary.

“Kita menang di Maryland, kita menang di Virginia. Kita juga menang di Washington DC. Gerakan ini tidak akan berhenti hingga ada perubahan di Washington DC,” ungkap Obama di hadapan 17.000 pendukungnya di University of Wisconsin. Obama tidak menyinggung Hillary sedikit pun dalam pidato kemenangannya. Dia justru mengajukan sanjungan kepada lawannya dari Republik John McCain.

“John McCain seorang pahlawan Amerika. Kami menghormati jasanya kepada bangsa ini,” kata Senator Illinois ini. Setelah memuji, Obama mengkritik McCain. “Prioritasnya tidak ditujukan pada masalah nyata rakyat Amerika karena mereka dibatasi oleh kebijakan yang gagal di masa lalu,” tandas Obama mengaitkan McCain dengan kebijakan Presiden George W Bush.

Di Virginia, Obama mampu meraih dukungan perempuan sebanyak 58%, sedangkan Hillary hanya 42%. Obama meraih 90% pemilih kulit hitam dan mendapat dukungan dari pemilih muda. Mereka mendukung Obama setelah terpukau oleh retorika dan pidato penuh harapan. Penghitungandelegasimenurut RealClearPolitics.com menunjukkan Obama memimpin dengan 1.259 delegasi, sedangkan Hillary hanya 1.210 delegasi.

Tim kampanye Hillary malam kemarin mengalami masa paling pahit akibat kekalahan beruntun.Wakil manajer kampanye Hillary, Mike Henry, mengundurkan diri atas kekalahan itu kemarin. Dua hari sebelumnya, mantan Ibu Negara itu mengganti manajer kampanyenya, Patti Solis Doyle. Meski demikian, Hillary tidak menunjukkan sikap putus asa dalam pertarungannya dengan Obama.

“Saya telah teruji. Saya siap. Mari jadikan mimpi itu terwujud!” teriak Hillary di hadapan 12.000 pendukungnya di El Paso. Analis memperingatkan, kemenangan Obama di Maryland, Virginia, dan Washington DC pada Selasa (12/2) merupakan berita buruk bagi Hillary.Kemenangan Obama terbukti merupakan dukungan dari pemilih dengan berbagai latar belakang, mulai dari kulit putih, kulit hitam, perempuan hingga pemilih muda.

Diterbitkan di: on Februari 29, 2008 at 9:14 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://zyn3mi.wordpress.com/2008/02/29/obama-vs-mccain-dalam-pemilu-presiden-amerika-2008/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.